Most Recent Articles

[Embun Pagi Forsimpta] Menyempurnakan Tekad

Posted by on May 16, 2012 in Tausiyah | 0 comments

Assalaamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokaatuh,

Sahabat seiman..,
Ayat demi ayat terbaca, dzikir tasbih tahmid takbir dan tahlil telah terucap, bangkitkan cinta redup di hati menjadi bak cahaya mentari. Tengoklah, sang Maha Pemberi tak pernah bosan berbagi, semoga melahirkan cinta kepada-Nya yang mampu menundukan dunia, membentuk sosok muslim yang taat menerima keputusan-Nya..

Sahabat seiman..,
Teringat ayat, saat istri imran bernazar akan menitipkan janin yang dikandungnya kelak akan mengabdi kepada-Nya, ternyata bayi yang terlahir seorang wanita, Allah pun tetap menerima pengabdiannya. (Lihat Q.S. Ali Imran: 35,36,37) sungguh banyak hikmah yang dapat kita petik darinya..

Sahabat seiman..,
Saat cinta menggetarkan jiwa, Sang pujaan menjadi tujuan, apapun kan dipersembahkan. Seperti istri Imran yang mempersempahkan anak kesayangan, saat hambatan menggoyahkan tekad tetap dilanjutkan. Lihatlah buah keikhlasannya, Maryam sang putri tumbuh penuh keberkahan, dan melahirkan kebanggaan.

Sahabat seiman..,
Berjuta keinginan di hati, tekadlah yang membenarkannya. Beribu kata cinta yang terungkap pengorbananlah bukti usahanya. Berangkai persoalan menghalangi keikhlasan menerima apa adanyalah tanda keseriusannya. Andai pagi ini tak ada tekad, usaha, dan keseriusan, maka pantaskah kita mengaku cinta kepada-Nya? Selamat beraktifitas!.

Read More

[Embun Pagi Forsimpta] Kebenaran dibalik keburukan

Posted by on May 14, 2012 in Tausiyah | 0 comments

Assalaamu‘alaikum Warohmatullahi Wabarokaatuh

Sahabat seiman..,
Bagaimanapun kondisi kita pagi ini, biarkan cahaya hidayah menghias indah relung jiwa, Allah Swt berfirman, artinya:

“Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu. adapun orang-orang yang beriman, Maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan: “Apakah maksud Allah menjadikan Ini untuk perumpamaan?…” (Q.S. Al baqoroh: 26)

Sahabat seiman..,
jangan pernah bosan tuk bersihkan hati, seperti kita yang tak pernah bosan membersihkan diri, hati yang bersih akan memiliki kekuatan ganda untuk menangkap kebenaran.. tetapi lihatlah hati yang kotor tak mampu menangkap kebenaran betapapun jelasnya..

Sahabat seiman..,
kita pasti yakin tak ada yang ingin menjadi hina dan rendah, seperti nyamuk kecil yang dianggap selalu menyusahkan, yang hadirnya tidak diinginkan.. maka kekufuran dan kezhaliman seseorang lebih rendah daripada seekor nyamuk.. maka jangan membiarkan diri dalam kelalaian, apalagi rela dalam kejumudan tanpa ada kebaikan, atau bahkan cenderung merusak seperti nyamuk, setiap orang ingin membinasakannya..

Sahabat seiman..,
Tapi benih iman menuntun kita tuk dapat mengukir kebaikan dari keburukan yang ada disekitar, dapatkah kita meningkatkan kewaspadaan dari bahaya nyamuk, menghambat pertumbuhan jentik kejahatan, memperkuat antibody dari dampak buruknya, memusnahkan kejahatan yang mengancam, atau berpikir kreatif membuat obat pemusnah yang menghasilkan keuntungan.. dialah orang yang beriman…

Sahabat seiman..,
jentik kekufuran telah tersebar, wabah kefasikan telah mengancam, akankah kita hanya mencaci, memaki Dzat yang telah menciptakannya? Lalu membiarkan diri menikmati bakteri yang terus menggerogoti?, ataukah kita akan memohon perlindungan kepada Dzat Pencipta, lalu bekerja keras mengais hikmah mencari keselamatan dan keuntungan.. selamat beraktifitas! (@_SaiBah)

Read More